Coboy Junior / Kamu

Kamu buat aku tersipu buatku malu-malu
Saat bersamamu, saat ku sapa dirimu
Aku kok merinding buluku, kok jadi gugup aku 
Saat bersamamu, saat kau senyum padaku

Mungkin inilah rasanya rasa suka pada dirinya
Sejak pertama aku bertanya facebook-mu apa nomermu berapa
Mungkin inilah rasanya cinta pada pandang pertama
Senyuman manismu itu buat aku dag dig dug melulu

Nanti aku follow twitter-mu aku tunggu retweet-mu
Agar aku tahu sukakah kamu kepadaku

Mungkin inilah rasanya rasa suka pada dirinya
Sejak pertama aku bertanya facebook-mu apa nomermu berapa
Mungkin inilah rasanya cinta pada pandang pertama
Senyuman manismu itu buat aku dag dig dug melulu

Yeah cuma kamu cuma kamu yang bisa membuatku
Tidur tak tentu memikirkanmu pujaan hati
Oh kamu cantik sekali 
Oh Tuhan aku hanya ingin dia tahu
Kau lucu kau sangat lucu

Mungkin inilah rasanya rasa suka pada dirinya
Sejak pertama aku bertanya facebook-mu apa nomermu berapa nomermu berapa
Mungkin inilah rasanya cinta pada pandang pertama
Senyuman manismu itu buat aku dag dig dug melulu

Mungkin inilah rasanya rasa suka pada dirinya
Sejak pertama (sejak pertama) aku bertanya 
(kulihat senyumanmu lirikanmu begitu cantiknya kamu)
Facebook-mu apa nomermu berapa
Mungkin inilah rasanya cinta pada pandang pertama
Senyuman manismu itu buat aku dag dig dug melulu

Kamu kamu kamu kamu kamu kamu kamu kamu
Kamu kamu kamu kamu kamu kamu kamu kamu

Kuesioner Relawan Indonesia :)

Hallo temen2 yg super keren :)
mohon bantuannya ya guyss, bagi kalian MUSLIM yg istiqamah jd volunteer kegiatan sosial, semacam K2N, jd pengajar rumbel, ikut baksos, jd relawan bencana, kerja di LSM dan penggerak kegiatan sosial lainnya, dsb selama dilakukan secara sukarela dan tidak dibayar, tolong isi kuesioner skripsi volunteerism sy ya :)

http://freeonlinesurveys.com/
app/rendersurvey.asp?sid=ia1i22sdjn4dsh867322

Semoga dilancarkan segala urusan, dan ada ucapan terimakasihnya, nanti saya samper satu per satu bagi yg telah mengisi :) Yuk dibantu dibantu dibantu

Ikhtiar Tiada Akhir!

Sahabat Al Aqsha » nolak

KISPA » gak ada kabar

MER-C » baru ketemu hari rabu sore

KNRP » baru ketemu hari rabu magrib

VOP » baru ketemu senin

Bulan Sabit Merah » baru ketemu hari senin

Ini bagaimana ya Allah, dateline hari Jumat, data blm dapet. Semoga dateline psikologi mundur, paling tidak 1minggu :)

mandalawangi:

6 Rajab 1433/27 May 2012

SHOCKING!!
Those are not sacks of rice. Those are dead bodies, mostly children, massacred by Bashar’s regime yesterday in full view of the world that continues to remain silent on Syria. Until when? What more will it take?

Spread this pic for awareness and keep the people of Syria in your dua!!

Subhanallah, Nafisah nama seorang Sufi :)

Nafisah, Sufi Wanita dari Mesir

Filed under: Kisah Inspiratif

BEGITU khusuknya dalam beribadah, doanya dikabulkan oleh Allah. Karena itulah, seorang pejabat langsung sadar sehingga memberi hadiah kepada Nafisah. Dan, hadiah itu diberikan kepada fakir miskin. Bahkan, ia meninggal dalam keadaan puasa.

Doa Nafisah Bikin Sadar Penjabat Pemerintah
Soal ibadah, Nafisah sangat disiplin, zuhud. Mulai puasa dan siang malam salat tahajud. la adalah wanita kaya raya. Dengan kekayaannya itu ia suka berbuat baik terhadap orang-orang yang ditimpa musibah, orang-orang sakit yang kebanyakan miskin. la lahir pada tahun 145 H. Dilihat dari nasabnya, ia keturunan kelima (putri) dari Rasulullah SAW dari jalur Fatimah dan Hasan. Sejak lahir sampai remaja berada di Makkah. Nafisah menikah dengan Ishaq bin Jakfar Al-Shadiq. Punya anak Qasim dan Ummu Kultsum, namun keduanya tidak memberinya keturunan.

Ketika pindah ke Mesir ia berjumpa dengan ulama fikih, Syafii. Keduanya saling bertukar pikiran dan kadang-kadang salat bersama di bulan Ramadan. Dari Nafisah-lah Syafii banyak memperoleh hadis-hadis Nabi SAW yang kemudian dibukukannya. Karena hubungan yang demikian erat, maka ketika Syafii wafat, jenazahnya digotong ke rumah Nafisah, kemudian sufi wanita ini menyalatinya Bahkan, karena kagumnya akan kepandaian Syafii, Nafisah membangun rumah dekat makam Syafii, yang dikenal sebagai pendiri sebuah mazhab yang beraliran moderat.

Sebagai sufi, ia sering diminta pertolongan orang lain agar mendoakan agar selamat. Misalnya, ada seseorang yang mau dianiaya oleh seorang pejabat Mesir. Buron ini, kemudian meminta suaka kepada Nafisah. Sang Sufi ini pun dengan senang berdoa untuknya dari kemudian mengatakan bahwa dia boleh pergi sambil berpesan, “Allah akan memberi tabir mata orang yang zalim sehingga tidak bisa melihatmu.”

HADIAH DARI PEJABAT
Doa Nafisah dikabulkan Allah. Pejabat yang mencarinya tidak melihat si buronan walaupun berada di depannya. Ketika seorang pengawal memberitahu bahwa yang dicari berada di depannya, si pejabat malah kebingungan. la baru sadar setelah sang pengawal bercerita, kalau buronan yang dicarinya itu didoakan oleh seorang sufi wanita bernama Nafisah. Doanya agar Allah memberi tabir pada mata pejabat zalim.

“Kalau begitu, kezalimanku telah mencapai tingkat sedemikian rupa hingga karena doa manusia saja Allah telah menutupi mataku dari melihat orang yang terzalimi! Ya Allah, aku bertobat kepada-Mu,” ujarnya sambil merasa malu.

Sebagai rasa terima kasih, pejabat yang dermawan itu mengirim uang 100.000 dirharn kepada Nafisah. Uang itu diambilnya kemudian dibagikan kepada fakir miskin sampai habis. Nafisah tidak mengambil sepeser pun. Ketika pembantu wanitanya meminta uang untuk rnembeli makanan untuk berbuka puasa, Nafisah malah menyuruh wanita itu membawa benang agar dijual di pasar.

Dari hasil penjualan itu, uangnya dibelikan roti untuk buka puasa bersama kawan-kawan Nafisah. Jadi, jelas uang pemberian (hadiah) dari pejabat itu tidak dipergunakan untuk perutnya sendiri melainkan untuk perut si miskin yang tiap hari kelaparan.

PERTAHANKAN PUASA
Menjelang ajal, Nafisah sedang berpuasa dan orang-orang menyarankan agar dia membatalkan puasanya. la menolak dengan mengatakan, “Alangkah anehnya saran kalian ini? Selama 30 tahun ini aku bercita-cita hendak menghadap Tuhanku dalam keadaan berpuasa. Apakah sekarang aku harus membatalkan puasaku? Tidak…, tidak mungkin!” Lalu, Nafisah membaca surat Al-An’am. Ketika sampai pada ayat 127, yang artinya: “Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang mereka kerjakan.” Maka, ia pun mengembuskan napas terakhir.
Ketika dia meninggal dunia (th 208 H) seluruh Mesir diliputi suasana duka yang sangat mendalam. Suara ratapan dan tangisan terdengar di setiap rumah. Doa dipanjatkan dan ucapan duka diungkapkan. Sejumlah besar manusia mengantar pemakamannya yang belum terjadi selama itu di Mesir. Nafisah dikuburkan di rumahnya di Darbissiba’ Maraghah, suatu tempat terkenal dekat Kairo.

Pihak keluarga menghendaki agar jenazah Nafisah dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah. Maksudnya agar berkumpul dengan makam-makam para ahlul bait yang letaknya di sisi timur Masjid Nabawi. Tetapi, penduduk Mesir meminta Ishak (suami Nafisah) agar dimakamkan saja di negerinya sehingga bisa mengambil berkahnya. Namun, Ishak berkeras akan membawanya ke Madinah.

Ishak akhirnya luluh juga hatinya, dan membatalkan rencananya itu setelah bermimpi melihat Rasulullah SAW dan bersabda, “Ya Ishak, janganlah engkau menolak permintaan penduduk Mesir itu karena rahmat turun atas mereka berkat dirinya”. Akhirnya Ishak hanya berangkat bersama kedua orang putranya saja menuju ke Madina.

Sumber : Nurani 198, 29 September - 5 Oktober 2004

Tapi ini semacam ibu gw banged, suka banged puasa dan memberi kepada orang lain. Nampkanya doa Mbah Ibu dan Bapak (almrhm) terkabul, anaknya luar biasa *munyyuuu*

>